HARI Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia.
Peringatan hari Gizi diawali dengan terbentuknya Juru Penerang Makanan oleh Lembaga Makanan Rakyat pada 25 Januari 1960, sebagai cikal bakal pengkaderan tenaga gizi di Indonesia.
Setelah mengalami sejarah panjang pergizian masyarakat di Indonesia, banyak masalah gizi yang berhasil diturunkan seperti masalah gizi buruk marasmus dan kwashiorkor, masalah gondok karena kekurangan zat Yodium, masalah kebutaan karena kurang vitamin A, dan masalah gizi mikro lainnya seperti penyakit beri-beri, dan lain-lain.
Beban ganda masalah gizi diartikan sebagai masalah gizi kurang dan gizi lebih yang terjadi pada suatu periode yang bersamaan. Menurut pakar Barry Popkins dalam jurnal Lancets 2020, Indonesia menjadi negara dengan beban yang paling besar terkait beban ganda masalah gizi.